Ajak Pemuda Mewaspadai Penyebaran Radikalisme, Pertiwi Media Sukses Menggelar Diskusi Publik

Maraknya radikalisme yang terjadi belakangan ini, Komunitas Pertiwi Media menggelar diskusi publik guna mewaspadai penyebaran radikalisme.

Acara yang digelar di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (30/1), mengusung tema “Peran Jurnalis dan Pemuda dalam Mewaspadai Penyebaran Radikalisme”.

Diskusi dihadiri oleh Stanislaus Riyanta (Pakar Terorisme dan Intelejen), Irmanto Lukman (Wakil Ketua Umum PWI DKI Jakarta) dan Riyan Hidayat (Sekjend DPP Perkumpulan Gerakan Kebangsaan).

Dalam keterangannya, Stanislaus Riyanta menyatakan tidak ada satu agama pun yang mengajarkan terorisme. Pada tahun 2000 – hingga sekarang lebih dari 2.000 orang diproses kasus terorisme, dan mayoritas anak muda.

“Kita harus memberikan pemahaman Pancasila secara massif untuk melawan ideologi-ideologi radikal” tambahnya.

Irmanto Lukman mengingatkan agar bijak dalam mengkonsumsi media dan menggunakan media sosial. Ketika kita membaca di Instagram atau Twitter maka kita dapat informasi, tetapi untuk mencari berita kita bisa membuka media massa. Agar terhindar dari berita palsu (hoax) masyarakat jangan menelan menah-mentah informasi dari media sosial, masyarakat perlu mengecek kebenarannya, salah satunya melalui media massa dan minimal membaca dari 4 media massa yang berbeda dari satu informasi yang sama, karena setiap media massa memiliki agenda setting yang berbeda pula, tambahnya.

Sekjend DPP Perkumpulan Gerakan Kebangsaan, Riyan Hidayat menambahkan pemuda atau generasi milenial lahir dari arus digitalisasi yang massif, sehingga kemajuan teknologi menuntut kita menjadi pribadi yang terbuka.

“Sebagai anak muda, ada 4 hal yang harus kita kembangkan. Pertama, harus mempunyai ideologi. Kedua, mengembangkan wawasan ilmu pengetahuan. Ketiga, meningkatkan skill dan keterampilan. Keempat, menambah jaringan dan relasi” tambahnya.

Dengan diadakannya diskusi publik ini, kedepannya media massa khususnya jurnalis sangat diharapkan memberikan informasi yang edukatif dan dapat dipertanggungjawabkan. Agar masyarakat khususnya pemuda lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi informasi yang dapat berujung proses radikalisasi seseorang. [AH]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *