Nusa Pers buat Video Edukasi “Mewaspadai Aksi Terorisme Selama Bulan Ramadhan dan Jelang Perayaan Hari Raya Idul Fitri”

Jakarta – Paham radikalisme di Indonesia saat ini telah mempengaruhi masyarakat Indonesia. Meskipun jumlahnya tidak banyak terlihat secara kasat mata, namun hal ini harus segera diantisipasi dan dicegah agar penyebarannya tidak semakin menyebar luas ke seluruh rakyat Indonesia.

Radikalisme seringkali dikaitkan dengan terorisme, karena radikalisme merupakan embrio lahirnya terorisme. Kelompok radikal dapat melakukan cara apapun agar keinginannya tercapai, termasuk meneror pihak yang tidak sepaham dengan mereka. Walaupun banyak yang mengaitkan radikalisme dengan agama tertentu, pada dasarnya radikalisme adalah masalah politik dan bukan ajaran Agama. Radikalisme mendambakan perubahan secara total dan bersifat revolusioner dengan menjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada secara drastis lewat kekeraan (violence) dan aksi-aksi yang ekstrem.

Ketua Umum Nusa Pers Abdul mengatakan dalam beberapa pekan terakhir, Polri gencar melakukan penangkapan terhadap anggota teroris di sejumlah wilayah. Seperti di Serang, Banten Densus 88 berhasil menangkap tiga orang terduga teroris. Kasus ini diperkirakan merupakan hasil pengembangan dari penangkapan teroris di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur. Dugaan sementara, para terduga teroris ini merupakan anggota dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Timur.

“Penangkapan anggota teroris masif dilakukan oleh aparat pada saat bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Hal ini dikarenakan para teroris yang berbaiat meyakini bahwa jika ‘amaliyah’ (aksi teror) dilakukan pada bulan Ramadan, memiliki keistimewaan tersendiri karena bila mereka mati, maka meninggal secara syahid. Oleh karena itu, masyarakat perlu untuk mewaspadai adanya aksi terorisme selama bulan Ramadhan dan menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri.” tambahnya.

Melihat pentingnya hal tersebut, Abdul membeberkan, kami turut mengambil bagian dalam mengedukasi masyarakat, salah satunya dengan membuat video edukasi tentang bahaya radikalisme dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya masing-masing. Video edukasi tersebut direncanakan akan ditayangkan pada tanggal 14 Mei 2020 melalui berbagai macam platform media sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *